SMA Santu Klaus Kuwu adakan Ujian Karya Tulis Ilmiah bagi kelas XII sebagai syarat lulus dari lembaga tersebut. Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai syarat lulus sudah berjalan dua tahun dan ini kali pertama KTI yang ditulis siswa/i diujikan.
SMA Santu Klaus Kuwu adakan Ujian Karya Tulis Ilmiah bagi kelas XII sebagai syarat lulus dari lembaga tersebut. Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai syarat lulus sudah berjalan dua tahun dan ini kali pertama KTI yang ditulis siswa/i diujikan.
Program ini sebagai bentuk inovasi kurikulum SMA Santu Klaus Kuwu yang sejalan dengan karakteristik kurikulum Merdeka bahwa karakteristik utama dari kurikulum ini mendukung pemulihan pembelajaran dengan pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skill dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila di mana pelajar harus menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan.
"Siswa/i SMA Santu Klaus Kuwu sudah dibekali dengan KTI sejak kelas X. Materi tentang KTI ada dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya di kelas XI dan XII meskipun masih implisit. Selain itu, sekolah sudah menyiapkan buku panduan menulis KTI bagi siswa/i dan untuk mempermudah penyusunan, siswa/i dibimbing oleh satu guru pembimbing sampai ke sidang selama satu semester." Jelas Opin Sanjaya, Ketua Panitia Penyusunan KTI, Senin (20/03/23) siang.
Kepala SMA Santu Klaus Kuwu, RD Valerianus Paulus Jempau, S.Fil., menjelaskan bahwa pelaksanaan pendampingan dan penilaian KTI ini adalah bagian dari upaya pengembangan potensi siswa. Terutama potensi sebagai manusia literat. Artinya, setiap manusia punya kemampuan untuk bisa belajar memahami apa yang ada di sekitarnya, baik dari buku maupun alam, sehingga mereka bisa belajar dari yang mereka tulis. Selain itu, kegiatan ini bagian dari upaya menjamin dan meningkatkan mutu sekolah. Literasi menjadi tolok ukur dalam menjamin mutu sekolah. Jadi, potensi-potensi dalam diri siswa mesti dikembangkan.
"Saya senang karena anak-anak menulis dengan serius. Begitu juga para guru pendamping yang sudah mendamping secara serius, sehingga kegiatan ini berjalan sesuai harapan. Mudah-mudahan apa yang anak-anak tulis bisa menjadi kekuatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan menulis pada tahun-tahun yang akan datang, terutama ketika berada di bangku kuliah." Lanjut Romo Leri.
Selanjutnya, salah satu Guru SMA Santu Klaus Kuwu, Yolanta Beatrix, S.Pd., menyampaikan harapannya agar anak-anak bisa belajar dari apa yang mereka kerjakan. Mereka memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan ilmiah dan di kemudian hari mereka bisa membuat sesuatu yang lebih besar.
Sementara itu, Elasriana Noe, S.Pd., memberikan komentarnya mengenai proses pelaksanaan ujian KTI kali ini bahwa siswa/i masih kesulitan mempresentasikan hasil penelitiannya, sehingga itu menjadi poin yang perlu diperhatikan guru-guru.
"Kalau bisa untuk angkatan selanjutnya diwajibkan untuk membuat Power Point. Kemudian, KTI mereka yang sudah diuji harus direvisi." Komentar guru yang biasa disapa Ibu Asri itu.
Isabela Saveriana, salah satu siswa kelas XII, setelah ujian menyampaikan komentar bahwa program ini sangat menantang.
"Dari kegiatan ini saya belajar betapa pentingnya usaha dan banyak pengetahuan baru yang saya peroleh dari kegiatan ini. Setidaknya saya sudah punya bekal untuk kuliah." Komentar Saveriana.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (21--22 Maret 2023) ini melibatkan semua siswa kelas XII dan guru SMA Santu Klaus Kuwu. Para siswa sangat antusias, sehingga nuansa ilmiah sangat dirasakan oleh komunitas SMA Santu Klaus Kuwu. (FS)*